Chat

Selasa, 25 Juni 2013

8 Pemain Yang Mendadak Berganti Posisi Menjadi Kiper

1. Jan Koller (musim 2002-2003) Borussia Dortmund




Dalam suatu pertandingan melawan Bayern Munich, Kiper Borussia Dortmund Jens Lehmann dikartu merah pada pertengahan babak kedua, dan Koller berpindah posisi striker ke penjaga gawang, sebelumnya ia sudah mencetak satu gol pada babak pertama. Dia berhasil menepis peluang emas Michael Ballack, sampai pertandingan usai dia tidak kebobolan dan mencetak Clean Sheet. Diapun dianugrahi sebagai Keeper Of The Week Bundesliga.
______________________
Selama Koller di Dortmund (juara trofi Bundesliga pada musim 2001-02), pelatihannya dulu sebagai penjaga gawang terlihat berguna dalam musim 2002-03. Dalam satu pertandingan melawan Bayern Munich, Kiper Borussia Dortmund Jens Lehmann dikartu merah pada pertengahan melalui babak kedua, dan Koller pindah dari posisi striker ke penjaga gawang setelah ia sudah mencetak satu kali pada babak pertama. Dia berhasil melakukan clean sheet untuk sisa pertandingan menghalau peluang baik oleh Michael Ballack, dan menjadi kiper terbaik top of the week di Bundesliga.


2. Rio Ferdinand (Perempat Final FA 2007-2008) Manchester United



Rio Ferdinand menjadi kiper mulai menit 76 karena Tomasz Kuszczak kena kartu merah & jatah pergantian pemain MU habis dalam perempat final FA melawan Portsmouth. Waktu itu MU kalah 1-0 dan gagal lolos ke babak selanjutnya.


3. John O’shea (musim 2007-2008) Manchester United



Dalam suatu pertandingan liga melawan Tottenham, di tahun 2008,O’shea menjadi kiper pengganti,van der sar sebelumnya main di babak pertama,diganti dengan kuszcak di pertengahan babak,dan MU sudah melakukan pergantian 3 pemain.


4. John Terry (musim 2006/2007) Chelsea



John Terry menggantikan Carlo Cudicini di masa injury time babak kedua, kiper asal Italia sebelumnya menggantikan Peter Cech yang cedera ketika pertandingan yang baru beberapa detik karena diterjang penyerang Reading, Stephen Hunt (Lutut Hunt masuk ke kepala Cech saat sang kiper sudah memegang bola) Si Cudicini terpaksa harus ditarik keluar lapangan setelah bertabrakan dengan Ibrahim Sonko. Karena kehabisan jatah pergantian pemain Jose Mourinho menunjuk Terry menjadi kiper. Untungnya di sisa pertandingan Reading tak mampu mendekati gawang Chelsea. Skor 1-0 pun bertahan hingga akhir.


5. Francisco Javier Farinos (UEFA Cup 2002) Inter Milan



Dalam pertandingan melawan Valencia,Farinos menggantikan Toldo yang dikartu merah,Farinos berhasil menahan dua peluang dari pemain Valencia,Inter berhasil mengalahkan Valencia dengan skor 1-0


6. Phil Jagielka (musim 2006) Sheffield United



Sebagai seorang bek, Phil Jagielka mungkin bukan pemain bintang dengan skill menjulang. Namun dia adalah salah satu dari sedikit pemain yang bisa menjebol gawang lawan sekaligus menjaga gawang. Jagielka mencuri perhatian saat menggantikan kiper Paddy Kenny kala Sheffield United menundukkan Arsenal 1-0 di lanjutan Liga Inggris, Sabtu,(30/12/2006)


7. Denilson Martins(berposisi sebagai striker dan bermain di klub korea selatan,Pohang Steelers)



Dalam satu pertandingan,karena kartu merah yang diterima kiper Shin Hwa Yong dan sudah melakukan tiga pergantian pemain, Sergio Farias selaku pelatih menggantikan Denilson sebagai kiper. Dan pertandingan sempat terhenti selama beberapa menit, lantaran Denilson harus mencari kostum penjaga gawang. Beruntung, ofisial Pohang masih memiliki kostum cadangan milik Shin Hwa Yong. Alhasil, selama menjalankan tugasnya mengawal mistar, Denilson harus mengenakan kostum hitam nomor punggung 1, tapi tetap memakai celana nomor 10. Bomber berusia 33 tahun ini ternyata mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Paling tidak, selama 20 menit berdiri di bawah mistar, gawangnya tak kebobolan.

Bahkan, layaknya kiper betulan, dia berhasil melakukan dua kali penyelamatan gemilang. Kepiawaian Denilson ini langsung menimbulkan pertanyaan, apakah sebelumnya dia pernah menjadi penjaga gawang? ”Ya, saya memang pernah menjadi kiper. Ketika itu masih membela Al Shabab, situasinya tidak berbeda jauh dengan saat ini,” katanya.



8. Mladen Petrić (UEFA tahun 2006) Basel



Kejadiannya di pertandingan UEFA FC Basel melawan Nancy tahun 2006 ketika dia masih memperkuat FC Basel gan (sekarang bermain di Hamburg SV), kiper utama FC Basel, Franco Costanzo dikartu merah oleh wasit karena mengganjal pemain Nancy,Issiar Dia di dalam kotak penalti. Dan waktu itu Basel telah melakukan pergantian 3 pemain sehingga dia didaulat menjadi kiper menggantikan Costanzo. Petrić memakai baju Costanzo dan mengawal gawang Basel. Kemudian wasit memberikan tendangan penalti untuk Nancy, dan tak disangka, Petrić dengan cemerlang berhasil memblok tendangan Mickaël Chrétien dan menyelamatkan timnya dari kekalahan. Saat itu Basel berhasil menahan imbang Nancy 2-2.


Sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/518095691dd7194b42000009/sepak-bola-8-pemain-yang-mendadak-berganti-posisi-menjadi-kiper/

Biografi Paul Gilbert : Dewa Alternate Picking



Paul Brandon Gilbert, atau lebih dikenal dengan Paul Gilbert, seorang gitaris dari Amerika Serikat. Lahir pada tanggal 6 November 1966 di Illinois, USA.

Bagi anda seorang gitaris yang sering memainkan lagu-lagu rock, siapa sih yang tidak mengenal salah satu dewa gitar dunia yaitu Paul Gilbert. Bahkan mungkin mendengar namanya saja pasti anda tidak asing dengan beliau sebagai sosok idola bagi para gitaris muda diseluruh dunia. Paul Gilbert namanya sangat berkibar ketika bermain dengan band besar legendaris sepanjang masa yaitu MR.Big, selain itu juga dikenal sebagai gitaris dari band Racer X.

Salah satu hal yang sangat menarik perhatian di dunia pergitaran dari Paul Gilbert adalah permainan alternate picking yang sangat memukau, powerfull, sangat akurat, sangat bersih dan juga nada yang sangat khas ala Paul Gilbert. Oleh karena itu banyak yang memiliki pendapat jika Paul Gilbert adalah seorang dewa alternate picking yang sangat menginspirasi bagi banyak gitaris-gitaris didunia.

Hebatnya lagi ketika memainkan teknik alternate picking yang dikenal bagi para gitaris sebagai salah satu teknik dengan tingkat kesulitan yang tinggi, Paul Gilbert memainkannya dengan sound gitar yang sangat crunch dengan sedikit polesan effect dan distorosi yang tipis sehingga terdengar sangat natural, jika dibandingkan dengan beberapa dewa gitar yang lain. Oleh sebab itu tidak mengherankan jika banyak gitaris-gitaris didunia yang berdecak kagum melihatnya, karena seperti kita tahu untuk memainkan alternate picking yang cepat dengan sound yang demikian tentu saja sangat sulit untuk bisa dilakukan.


BIOGRAPHY



Berawal dari belajar gitar dengan pamannya, Jimi Kidd, pada saat berusia 5 tahun dan sempat berhenti gitar sampai karena 'frustasi' dengan permainannya. Pada saat itu Paul Gilbert hanya bermain dengan 'Up Stroke' dan bermain dengan jari tengahnya saja. Akhirnya pada umur 10 tahun ia mulai bermain gitar lagi dengan seorang guru. Paul Gilbert sejak kecil sudah suka mendengarkan lagu - lagu The Beatles dan Led Zeppelin sampai akhirnya ia remaja mendengarkan Van Halen, Judast Priest, Jimmy Page yang benar - benar memberikan influence yang sangat besar bagi dirinya. Pada usia 15 tahun, ia sempat menawarkan diri bermain satu panggung bersama Ozzy Osbourne, tetapi sayang pada saat itu Ozzy menolak karena tidak ingin bermain dengan anak berusia 15 tahun.

Setelah lulus SMA tahun 1984, ia melanjutkan pendidikannya ke Guitar Institute of Technology (GIT) selama 1 tahun. Tidak disangka, setelah lulus dari GIT, ia langung diangkat menjadi salah satu guru disana hingga sekarang (walaupun sekarang lebih bnyk mengisi season clinic di GIT) . Cerita Paul Gilbert menjadi gitaris hebat telah terlihat pada tahun 1986 saat menang dalam lomba 'LA Guitar Wars' yg saat itu berusia 19 tahun!

Di GIT, ia bertemu Bruce Bouillet (guitar) Juan Alderete (bass), Harry Gschoesser (drums) dan Jeff Martin (vocals) dan membentuk band bernama Racer X . Di Racer X lah Paul Gilbert mulai dikenal sebagai salah satu shredder tercepat dengan tehnik tinggi seperti di lagu "Technical Difficulties" "Frenzy", "Scarified", "Y.R.O." and "Scit Scat Wah".

Pada tahun 1988, Paul Gilbert memutuskan hengkang dari Racer X dan membuat project bersama Billy Shehaan (bass) yang pada saat itu juga hengkang dari David Lee Roth's Band bersama Eric Martin (vocals) dan Pat Torpey (drum) . Dengan single Addicted to That Rush pada album self titled, membuat Mr.Big sukses di Jepang dan membuat puncak kesuksesannya pada release album ke dua, Learn Into It, yang mempunyai lagu hits To Be With You, Daddy Brother Lover and Little Boy, Just Take My Heart dan Green Tinted Sixties Mind. Lalu disusul tidak kalah sukses dengan album Bump Ahead (hits Colorado Bulldog, Nothing but Love, Wild World) dan Hey Man (hits Take Cover , Goin' Where the Wind Blows)

Pada tahun 1997, Paul Gilbert memutuskan hengkang dari Mr.Big karena ingin meneruskan solo karirnya

Paul Gilbert menikah dengan wanita Jepang, Emi, dan sekaligus menjadi keyboardist pada saat tur. Paul Gilbert juga bergabung dengan G3 tour pada tahun 2007 bersama Joe Satriani dan John Petrucci.

Pada tahun 2009, Mr.Big membuat reuni dan mengeluarkan album baru berjudul 'What If' dengan hits 'Undertow dan All the Way Up' .

Jika anda ingin tahu lebih dalam tentang Paul Gilbert, beliau terlahir pada tanggal 6 November 1966 di Carbondale, Illinois Amerika Serikat. Beliau sudah belajar gitar pada usia 5 tahun, bahkan hebatnya selang 10 tahun kemudian juga sudah mampu membuat demo rekaman sendiri dan dikirim ke seorang produser yang bernama Mike Varney. Diluar dugaan sang produser juga sangat mengagumi permainan dari Paul Gilbert yang bisa dibilang masih sangat muda yaitu berusia 15 tahun pada masa itu.


CIRI KHAS DAN GAYA PERMAINAN 



Paul Gilbert lebih sering menggunakan gitar buatan Ibanez dengan ciri yang sangat khas yaitu terdapat corak pada bagian atas dan bawah yang mirip dengan alat musik biola. Sehingga gitar tersebut juga menjadi salah satu ciri khasnya, bahkan juga banyak diminati oleh para gitaris-gitaris muda didunia, terutama bagi para penggemarnya. Mungkin anda sendiri juga tidak asing dengan gitar yang digunakan oleh dewa alternate picking ini, karena gitar tersebut merupakan seri khusus yang dibuat untuk Paul Gilbert sehingga bernama Ibanez PGM series(Paul Gilbert Model).

Selain handal dalam memainkan gitar, Paul Gilbert juga seorang penulis lagu yang sangat baik, simak saja beberapa hasil karyanya seperti Green-Tinted Sixties Mind di album Lean into It, kemudian Nothing but Love di album Bump Ahead, dan lain-lain yang merupakan lagu yang tidak hanya hebat dalam instrumennya saja namun juga memiliki alunan nada yang enak didengar. Bahkan hebatnya lagi beliau juga bisa bernyanyi di beberapa album solo karirnya, bahkan suaranya juga sangat khas.


ALBUM SOLO



Dengan solonya, Paul Gilbert sudah menghasilkan banyak album sebagai berikut :

King of Clubs (1998; Japan Oricon Album Chart #28)
Flying Dog (1998; Japan Oricon Album Chart #23)
Alligator Farm (2000; Japan Oricon Album Chart #24)
Raw Blues Power (2002; w/ Jimi Kidd; Japan Oricon Album Chart #94)
Burning Organ (2002; Japan Oricon Album Chart #27)
Gilbert Hotel (2003)
Space Ship One (2005; Japan Oricon Album Chart #53)
Get Out of My Yard (2006; Japan Oricon Album Chart #52)
Silence Followed by a Deafening Roar (2008; Japan Oricon Album Chart #39)
United States (2009; w/ Freddie Nelson)
Fuzz Universe (2010; Japan Oricon Album Chart #57)
Vibrato (2012)


sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/51acdc963f42b2c45d000003/biografi-paul-gilbert--dewa-alternate-picking/

5 Kuliner Paling Extreme



Bila mendengar kata pasar malam, mungkin Anda sudah terbayang akan aneka hiburan dan jualan. Umumnya pasar malam diramaikan dengan adanya berbagai wahana sederhana untuk hiburan anak dan keluarga, serta berbagai macam jenis makanan, minuman dan barang-barang unik.

Pasar malam di China punya beberapa jenis kuliner ekstrim yang menantang keberanian pembelinya. Nila umumnya China dikenal dengan berbagai jenis makanan yang gurih dan manis seperti mie, syomay hingga manisan, kali ini Anda perlu mengenal beberapa jenis kuliner ekstrim China yang lain.

Pasar Malam Donghuamen di Beijing, menyuguhkan berbagai macam sajian dari serangga dan bagian tubuh hewan yang aneh. Mau tahu apa saja? Cek yang berikut ini.


1. Kalajengking Goreng
Menurut penjual, menggoreng kalajengking bisa menetralkan kandungan bisa atau racun di dalamnya. Konon, bagian buntut yang berbahaya itulah yang mengandung banyak sekali nutrisi. Rasanya mirip popcorn dengan aftertaste rasa butter setelahnya.

Kalajengking dipercaya mampu menjadi salah satu makanan obat. Kandungannya mampu mengatasi rasa sakit dan melancarkan peredaran darah serta metabolisme. Kalajengking goreng ada dua macam, induknya atau anaknya. Setiap satu tusuk, harganya sekitar Rp 20 ribu.




2. Kepompong Ulat Sutra
Sebagaimana kepompong, makanan ini memang punya rasa yang sedikit kenyal dengan sedikit rasa lendir saat dimakan. Menurut CNN, rasa makanan ini hampir mirip dengan udang.

Namun kebanyakan orang lebih memilih udang karena bentuk kepompong ini memang agak tak biasa. Berhati-hatilah saat memakannya karena bagian dalamnya masih akan menyimpan panas. Makanan ini juga dijual dengan harga sekitar Rp 20 ribu.




3. Sate Lipan
Pernah kebayang nggak kalau di dunia ini ada yang namanya Sate Lipan? Ya, di pasar malam Beijing, jenis makanan ini dijual dengan harga Rp 40 ribu. Wah, lihat bentuknya saja sudah seram, rasanya seperti apa ya?

Lipan yang sangat panjang ini memiliki rasa yang pahit. Namun karena sudah diberi bumbu merica dan garam, rasanya jadi sedikit lebih baik. Anyway, bila Anda ingin mengonsumsinya, jangan lupa membawa tusuk gigi karena kaki-kaki mereka yang tajam bisa tersangkut di gigi. Aww!




4. Sate Belalang
Di negara Asia seperti Jepang dan Thailand, makan belalang sudah bukan menjadi hal baru. Dengan harga sekitar Rp 21 ribu per tusuk, Anda bisa mendapatkan sate belalang yang mengalami deep fried.

Rasanya mirip seperti ayam goreng dan memiliki kandungan kaya protein serta serat. Merupakan makanan alternatif yang bisa menjadi pengganti daging. Berani coba?



5. Sate Kuda Laut
Makan ekstrim terakhir adalah sate kuda laut. Bila Anda memiliki masalah dengan ginjal, makanan ini diklaim baik untuk Anda. Di antara semua makanan, sate kuda laut merupakan salah satu makanan yang paling mahal.

Satu tusuknya, Anda harus membayar sekitar Rp 80 ribu. Wah, mahal juga ya? Rasanya seperti ikan dengan bumbu bawang putih.Hmm, mau mencoba?



Senin, 24 Juni 2013

POLITIK DAN KEMISKINAN DI INDONESIA

BAB I

PENDAHULUAN
Kemiskinan adalah sebuah topik yang dibicarakan hampir diseluruh dunia. kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Pembangunan di Indonesia saat ini telah membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek di masyarakat, baik pada kawasan pedesaan maupun perkotaan. Perubahan tersebut membawa dampak tidak hanya terhadap lingkungan fisik, tapi juga sistem nilai dalam tatanan kehidupan sosial bermasyarakat. Namun sayangnya perubahan yang diciptakan oleh pembangunan membawa dampak yang menyertainya sangat mengerikan dan kompleks, karena ternyata telah melahirkan keterbelakangan dan kemiskinan dalam masyarakat.







BAB II

PEMBAHASAN
 Kemiskinan di indonesia, dampak dari kemiskinan dan upaya pengetasan kemiskinan.
Masalah ini diankat dengan asumsi bahwa nyatanya d zaman globalisasi seprti sekarang ini, kemiskinan di indonesia semakin banyak saja seperti tak kunjung usai. Masalah ini menimbulkan masalah-masalah baru seperti pengangguran, dan kekerasan yang belakangan ini sering terjadi di indonesia dan akhirnya pembangunan ekonomi tidak berjalan lancar.
Alat analisa
 Pembangunan  merupakan  proses  yang  berkesinambungan  yang  mencakup  seluruh  aspek kehidupan  masyarakat, termasuk  aspek sosial, ekonomi, politik dan kultural, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan. Dalam proses pembangunan tersebut peranan pendidikan amatlah strategis.
John C. Bock, dalam Education and Development: A Conflict Meaning (1992),:
memasyarakatkan ideologi dan nilai-nilai sosio-kultural bangsa.
mempersiapkan tenaga kerja untuk memerangi kemiskinan, kebodohan, dan mendorong perubahan sosial, dan
untuk meratakan kesempatan dan pendapatan. Peran yang pertama merupakan fungsi politik pendidikan dan dua peran artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang lain merupakan fungsi ekonomi.
Berkaitan dengan peranan pendidikan dalam pembangunan nasional muncul dua paradigma yang menjadi kiblat bagi pengambil kebijakan dalam pengembangan kebijakan pendidikan: Paradigma Fungsional dan paradigma Sosialisasi. Paradigma fungsional melihat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan dikarenakan masyarakat tidak mempunyai cukup penduduk yang memiliki pengetahuan, kemampuan dan sikap modern. Menurut pengalaman masyarakat di Barat, lembaga pendidikan formal sistem persekolahan merupakan lembaga utama mengembangkan pengetahuan, melatih kemampuan dan keahlian, dan menanamkan sikap modern para individu yang diperlukan dalam proses pembangunan. Bukti-bukti menunjukkan adanya kaitan  yang erat antara pendidikan formal seseorang dan partisipasinya dalam pembangunan. Perkembangan lebih lanjut muncul, tesis Human lnvestmen, yang menyatakan bahwa investasi dalam diri manusia lebih menguntungkan, memiliki economic rate of return yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi dalam bidang fisik.
Sejalan dengan paradigma Fungsional, paradigma Sosialisasi melihat peranan pendidikan dalam pembangunan adalah: a) mengembangkan kompetensi individu, b) kompetensi yang lebih tinggi tersebut diperlukan untuk meningkatkan produktivitas, dan c) secara umum, meningkatkan kemampuan warga masyarakat dan semakin banyaknya warga masyarakat yang memiliki kemampuan akan meningkatkan kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori , yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten , tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa). bank dunia mendefinisikan kemiskinan absolut sebagai hidup dg pendapatan dibawah usd $1/hari dan Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari, dg batasan ini maka diperkiraan pada 2001 1,1 miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari $1/hari dan 2,7 miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari $2/hari. Proporsi penduduk negara berkembang yang hidup dalam Kemiskinan ekstrem telah turun dari 28% pada 1990 menjadi 21% pada 2001. Melihat pada periode 1981-2001, persentase dari penduduk dunia yang hidup dibawah garis kemiskinan $1 dolar/hari telah berkurang separuh. Tetapi , nilai dari $1 juga mengalami penurunan dalam kurun waktu tersebut.Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat di dunia bekembang, ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap region. Di negara-negara maju, kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma yang berkelana ke sana kemari dan daerah pinggiran kota dan ghetoo yang miskin. Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin, atau kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian ini keseluruhan negara kadang-kadang dianggap miskin. Untuk menghindari stigma ini, negara-negara ini biasanya disebut sebagai negara berkembang.
Landasan teori
Lingkaran kemiskinan
Lingkaran kemiskinan didefinisikan sebagai suatu rangkaian kekuatan yang saling mempengaruhi satu sama lain sehingga menimbulkan suatu kondisi dimana sebuah negara akan tetap miskin dan akan mengalami banyak kesulitan untuk mencapai tingkat pembangunan yang lebih tinggi.
Konsep lingkaran kemiskinan menganggap bahwa :
Ketidak mampuan untuk mengerahkan tabungan yang cukup.
Kurangnya faktor pendorong untuk kegiatan penanaman modal
Tingkat pendidikan masih rendah, merupakan tiga faktor utama yang menghambat proses pembentukan modal dan pembangunan ekonomi di berbagai negara yang sedang berkembang.
Pembahasan
Kemiskinan di indonesia
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjan.
Masalah kemiskinan adalah masalah yang kompleks dan global. Di indonesia masalah kemiskinan seperti tak kunjung usai. Masih banyak kita dapati para pengemis dan gelandangan berkeliaran tidak hanya di pedesaan bahkan di kota-kota besar seperti jakarta pun pemandangan seperti ini menjadi tontonan setiap hari. Kini di indonesia jerat kemiskinan semakin parah. Kemiskinan bukan semata –mata persoalan ekonomi melainkan kemiskinan kultural dan struktural.
Dmapak kemiskinan
Dampak kemiskinan terhadap masyarakat umumnya begitu banyak dan kompleks, diantaranya:
Penganguran
Kekerasan
Pendidikan
Kesehatan
Upaya pengetasan kemiskinan di indonesia
Seperti telah disinggung di atas bahwa kemiskinan merupakan suatu masalah yang kompleks yang tak terpisahkan dari pembangunan mekanisme sosial, ekonomi dan politik yang berlaku. Ole karena itu setiap upaya pengetasan kemiskinan secara tuntas menuntut peninjauan sampai keakar masalah, jadi, memang tak ada jalan pintas untuk mengetaskan masalah kemiskinan ini. Penanggulanganya tidak bisa secara tergesa-gesa.
Komitmen pemerintah untuk mengetaskan kemiskinan tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah yang disusun berdasarkan strategi nasional penanggulangan kemiskinan(SNPK). Disamping turut menandatangani tujuan pembangunan milenium, dalam RPJM-nya pemerintah telah menyusun tujuan-tujuan pokok dalam mengetaskan kemiskinan. Termasuk target ambisius dalam mengurangi angka kemiskinan.
Ada tiga ciri kemiskinan yang menonjol di indonesia. Pertama, banyak rumah tangga yang berada disekitar garis kemiskinan nasional, yang setara dengan PPPAS$1,55-per hari, sehingga banyak penduduk yang meskipun tidak tergolong miskin tetapi rentan terhadap kemiskinan. Kedua, ukuran kemiskinan didasarkan pada pendapatan sehingga tidak mengambarkan batas kemiskinan yang sebenarnya. Banyak orang yang tidak tergolong miskin dari segi pendapatan dapat dikatagorikan sebagai miskin atas dasar kurangnya akses terhadap pelayanan dasar serta rendahnya indikator-indikator pembangunan pembangunan manusia. Ketiga, mengingat sangat luas dan beragamnya wilayah indonesia, perbedaan antar daerah merupakan ciri mendasar dari kemiskinan di indonesia.
Tiga cara untuk membantu mengankat diri dari kemiskinan adalah melalui pertumbuhan ekonomi, layanan masyarakat dan pengeluaran pemerintah. Masing-masing cara tersebut menangani minimal satu dari tiga ciri utama kemiskinan di indonesia, yaitu: kerentanan, sifat multy dimensi dan keragaman antar daerah .
Dengan kata lain, strategi dari pengentasan yang efektif bagi indonesia terdiri dari tiga komponen:
Membuat pertumbuhan ekonomi bermanfaat bagi rakyat miskin.
Membuat layanan sosial bermanfaat bagi rakyat miskin.
Membuat pengeluaran pemerintah bermanfaat bagi rakyat miskin.



BAB III

PENUTUP
Sekian pembahasan keanekaragaman bangsa Indonesia dan potensi konflik yang telah saya buat dari mencari informasi . bila ada salah kata maupun yang kurang mohon maaf .
TERIMA KASIH

KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa kemiskinan merupakan masalah yang kompleks yang memerlukan penangan lintas sektoral, lintas profesional dan lintas lembaga. Departmen sosial merupakan salah satu lembaga pemerintah yang telah lama aktif dalam program pengentasan kemiskinan.

SARAN
Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya . saran saya agar pemerintah dan seluruh masyarakat di indonesia mau bekerja sama untuk ikut berperan serta dalam meminimalkan jumlah kemiskinan agar negara kita bisa bangkit dari keterpurukan baik dari krisis ekonomi maupun kemiskinan yang semakin meningkat tiap tahunya, agar negara kita bisa berkembang dan maju serta mensejajarkan dengan negara maju yang sejahtera.
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan

Senin, 27 Mei 2013

KETAHANAN NEGARA INDONESIA

BAB I

PENDAHULUAN

Pengertian ketahanan nasional adalah kondisi dinamika, yaitu suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan, Kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Juga secara langsung ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Untuk mengetahui ketahanan nasional, sebelumnya kita sudah tau arti dari wawasan nusantara. Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamik yang dimiliki suatu bangsa, yang didalamnya terkandung keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional.

BAB II

PEMBAHASAN

Ketahanan Negara pastinya mempunyai rumusan dengan pengertian yang baku dalam upayanya menghadapi dinamika perkebangan dunia dan masa ke masa. Kepastian itu menjadi keharusan karena dipakai sebagai titik dasar atau titik tolak untuk gerak implementasi/penerapan di dalam hidup dan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
Pengertian baku Ketahanan Nasional bangsa Indonsia adalah kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan dan ketangguhan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan ancaman, hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan nasional.
Oleh karena itu, Ketahanan Nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan nasional yang harus senantiasa diwujudkan dan dibina secara terus-menerus serta sinergis. Hal demikian itu, dimulai dari lingkungan terkecil yaitu diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara dengan modal dasar keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional. Proses berkelanjutan itu harus selalu didasari oleh pemikiran geopolitik dan geostrategi sebagai konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan konstelasi yang ada di sekitar Indonesia.
Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi, dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh, menyeluruh, dan terpadu yang berlandaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Wawasan Nusantara, Dengan kata lain, konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan meratam rohaniah dan jasmaniah. Sementara itu, keamanan adalah kemampuan bangsa dan negara untuk melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.
Hakikat Ketahanan Negara Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan ketahanan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional.
Hakikat konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang, serasi, dan selaras dalam aspek hidup dan kehidupan nasional.
Konsep Ketahan Negara adalah sebagai berikut:
  • Ketahanan menganut aliran pikiran Pancasila yaitu aliran pikiran integralistik dan komprehensif (kesisteman)
  • Hakikat Tannas adalah pengaturan dan penyelengaraan keamanan dan kesejahteraan dalam kehidupan nasional.
  • Ketahanan Nasional berlaku baik pada waktu damai maupun pada waktu perang.
  • Ketahanan memiliki wajah/dimensi: sebagai individu, sebagai doktrin, dan sebagai metode.
Konsep Ketahanan Negara dikembangkan pada awal tahun 1960-an dan secara lebih intensif dikembangkan seiring dengan upaya bangsa melaksanakan program pembangunan nasional sejak awal orde baru..
Konsep Tannas (Ketahanan Nasional) ini merupakan rangkaian mengembangkan dan meningatkan upaya bangsa Indonesia untuk menjamin kelangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, menghadapi ancaman baik yang dilakukan oleh Belanda maupun ancaman-ancaman yang berwujud pemberontakan –pemberontakan serta gangguan ancaman lainnya.
Untuk menghadapi ancaman dari Belanda yang ingin menjajah kebali, dihadapi dengan konsep perang kemerdekaan (perang geriliya). Untuk menghadapi berbagai pemberontakan dan gangguan keamanan, dihadapi dengan konspe Pertahanan Keamanan (Hankam) oleh bangsa Indonesia. Setelah ada pembangunan nasional guna menghadapi tantangan ancaman hambatan dan gangguan yang sifatnya komplek pada segenap aspek kehidupan nasional baik yang darang dari dalam negeri maupun dari luar negeri, dikembangkan konsep ketahanan negara.

BAB III

PENUTUP
Sekian pembahasan keanekaragaman bangsa Indonesia dan potensi konflik yang telah saya buat dari mencari informasi . bila ada salah kata maupun yang kurang mohon maaf .
TERIMA KASIH
KESIMPULAN
Kita perlu dan wajib untuk mempelajari dan menanamkan ketahanan nasional karena dengan adanya ketahanan nasional mengajarkan kita semua tentang satu kesatuan yg utuh tingkah berprilaku dalam masyarakat, karena akan membuat kita terus berjuang meraih cita cita yg ingin di raih bangsa kita sejak dari dahulu.
DAFTAR PUSTAKA

Minggu, 28 April 2013

KEWARGANEGARAAN

Keanekaragaman  bangsa indonesia dan potensi konflik


BAB I

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya dan memiliki keanekaragaman suku, agama, ras, bahasa daerah, dan adat istiadat. Sesuai dengan semboyannya Bhineka Tunggal Ika (garuda) merupakan lambang dari berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Dan keragaman bangsa Indonesia tidak dapat dipungkiri keberadaannya, karena Indonesia sendiri memiliki lebih dari 300 suku bangsa yang berbeda-beda dan memiliki lebih dari 200 juta penduduk yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia. Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat keaneragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi.
Akibat dari keberagaman bangsa Indonesia, terjadi banyak sekali potensi konflik. Indonesia memiliki potensi konflik dan diskriminasi tinggi akibat belum meratanya toleransi antarsesama anak bangsa. Menurut Polri, menginventarisir ada 1.629 lokasi berpotensi konflik. Menurutnya, lokasi-lokasi itu tersebar pada beberapa latar belakang kondisi masyarakat. Lokasi terbanyak terjadinya konflik adalah perkebunan, pertanahan, agama, ekonomi sosial dan budaya, serta pertambangan.

BAB II

PEMBAHASAN

Konflik di poso adalah salah satu konflik yang ada di Indonesia yang belum terpecahkan sampai saat ini. Meskipun sudah beberapa resolusi ditawarkan, namun itu belum bisa menjamin keamanan di Poso. Pelbagai macam konflik terus bermunculan di Poso. Meskipun secara umum konflik-konflik yang terjadi di Poson adalah berlatar belakan agama, namun kalau kita meneliti lebih lanjur, maka kita akan menemukan pelbagai kepentingan golongan yang mewarnai konflik tersebut.
Kalau dilihat dari konteks agama, Poso terbagi menjadi dua kelomok agama besar, Islam dan Kristen.  Sebelum pemekaran, Poso didominasi oleh agama Islam, namun setelah mengalami pemekaran menjadi Morowali dan Tojo Una Una, maka yang mendominasi adalah agama Kristen. Selain itu masih banyak dijumpai penganut agama-agama yang berbasis kesukuan, terutama di daerah-daerah pedalaman. Islam dalam hal ini masuk ke Sulawesi, dan terkhusus Poso, terlebih dahulu. Baru kemudian disusul Kristen masuk ke Poso.
Keberagaman ini lah yang menjadi salah satu pemantik seringnya terjadi pelbagai kerusuhan yang terjadi di Poso. Baik itu kerusuhan yang berlatar belakang sosial-budaya, ataupun kerusuhan yang berlatarbelakang agama, seperti yang diklaim saat kerusuhan Poso tahun 1998 dan kerusuhan tahun 2000. Agama seolah-olah menjai kendaraan dan alasan tendesius untuk kepentingan masing-masing.
Awal konflik Poso terjadi setelah pemilihan bupati pada desember 1998. Ada sintimen keagamaan yang melatarbelakangi pemilihan tersebut. Dengan menangnya pasangan Piet I dan Mutholib Rimi waktu tidak lepas dari identitas agama dan suku[1].Untuk seterusnya agama dijadikan tedeng aling-aling pada setiap konflik yang terjadi di Poso. Perseturuan kecil, semacam perkelahian antar persona pun bisa menjadi pemicu kerusuhan yang ada di sana. Semisal, ada dua pemuda terlibat perkelahian. Yang satu beragama islam dan yang satunya lagi beragama Kristen. Karena salah satu pihak mengalami kekalahan, maka ada perasaan tidak terima diantara keduanya. Setelah itu salah satu, atau bahkan keduanya, melaporkan masalah tersebut ke kelompok masing-masing, dan timbullah kerusuhan yang melibatkan banyak orang dan bahkan kelompok.
Sebelum meletus konflik Desember 1998 dan diikuti oleh beberapa peristiwa konflik lanjutan, sebenarnya Poso pernah mengalami ketegangan hubungan antar komunitas keagamaan (Muslim dan Kristen) yakni tahun 1992 dan 1995. Tahun 1992 terjadi akibat Rusli Lobolo (seorang mantan Muslim, yang menjadi anak bupati Poso, Soewandi yang juga mantan Muslim) dianggap menghujat Islam, dengan menyebut Muhammad nabinya orang Islam bukanlah Nabi apalagi Rasul. Sedangkan peristiwa 15 Februari 1995 terjadi akibat pelemparan masjid dan madrasah di desa Tegalrejooleh sekelompok pemuda Kristen asal desa Mandale. Peristiwa ini mendapat perlawanan dan balasan pemuda Islam asal Tegalrejo dan Lawanga dengan melakukan pengrusakan rumah di desa Mandale. Kerusuhan-kerusuhan ”kecil” tersebut kala itu diredam oleh aparat keamanan Orde Baru, sehingga tak sampai melebar apalagi berlarut-larut.
Memang, setelah peristiwa 1992 dan 1995, masyarakat kembali hidup secara wajar. Namun seiring dengan runtuhnya Orde Baru, lengkap dengan lemahnya peran ”aparat keamanan” yang sedang digugat disemua lini melalui berbagai isu, kerusuhan Poso kembali meletus, bahkan terjadi secara beruntun dan bersifat lebih masif. Awal kerusuhan terjadi Desember 1998, konflik kedua terjadi April 2000, tidak lama setelah kerusuhan tahap dua terjadi lagi kerusuhan ketiga di bulan Mei-Juni 2000. konflik masih terus berlanjut dengan terjadinya kerusuhan keempat pada Juli 2001; dan kelima pada November 2001. Peristiwa-peristiwa tersebut memperlihatkan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lain, sehingga kerusuhan-kerusuhan dicermati dalam konteks jilid satu sampai lima.[2]
Namun pola konflik Poso terlalu kompleks untuk dianalisis hanya berdasar urutan itu, mengigat intensitas dan ekstensitas wilayah dan pelaku konflik antar tahap memperlihatkan perbedaan yang sangat mendasar. Terdapat beberapa pola kerusuhan yang dapat dilihat pada kerusuhan di Poso. Pertama, kerusuhan di Poso biasanya bermula terjadi di Poso kota dan selanjurnya merembet ke daerah-daerah sekitar Poso. Wilayah Poso kota keberadaan komposisi agama relative berimbang dan sama. Kedua, kerusuhan yang terjadi di pusat kota diikuti dengan mobilitas masa yang cukup besar, yang  berasal dari luar Poso, bahkan berasal dari luar kabupaten Poso. Ketika kerusuhan pertama dan kedua meletus, massa memasuki kota Poso berdatangan dari kecamatan Ampana, kecamatan Parigi, lage, Pamona, dan bahkan dari kabupaten Donggala. Ketika kerusuhan ketiga pun meletus, mobilisasi masssa bahkan semakin membludak, dan jauh lebih besar dari massa yang datang pada kerusuhan pertama dan kedua.
Pola ketiga adalah kerusuhan selalu ditandai dengan pemakaian senjata tajam, baik itu benda tumpul, pedang, parang, bahkan senjata api. Informasi yang didapat banyak mengakana bahwa kebanyakan korban tewas karena sabetan pedang/parang, benturan denga benda keras, dan lain sebagainya. Selain itu bukti yang mengatakan bahwa pada kerusuhan april 2000 diinformasikan 6 korban tewas disebabkan oleh berondongan senjata api.
Pola keempat adalah kesalahpahaman informasi dari keduabelah pihak. Pada kerusuhan pertama, dimulai dengan perkelahian antara dua pemuda Islam dan Kristen, yang kemudian di blow up menjadi konflik dua golongan agama. Konflik kedua berakar dari perkelahian dua kelompok pemuda, dan kemudian informasi mengatakan bahwa kerusuhan itu adalah kerusuhan dengan latar belakang agama.
Konflik pada Desember 1998 dan April 2000 kecenderungannya hanya tepat disebut ”tawuran”, [3] sebab konflik hanya dipicu oleh bentrokan pemuda antar kampong, intensitas dan wilayah konflik sangat terbatas di sebagian kecil kecamatan kota. Solidaritas kelompok memang ada, tapi belum mengarah pada keinginan menihilkan kelompok lain. Bahkan, setelah tahu bahwa penyebab bentrokan adalah minuman keras, kelompok yang berbenturan justru sempat sepakat mengadakan operasi miras bersama.
Mulai Mei-Juni 2000 dilanjutkan dengan Juli 2001 dan November-Desember 2001 konflik telah mengindikasikan ciri-ciri perang saudara. Konflik sudah mengarah pada upaya menghilangkan eksistensi lawan, terlihat dari realitas pembunuhan terhadap siapa pun, termasuk perempuan dan anak-anak, yang dianggap sebagai bagian lawan. Telah terbangun solidaritas kelompok secara tegas melalui ideologisasi konflik berdasar isu agama dan etnisitas, sehingga konflik menjadi bersifat sanagt intensif (kekerasan dan korban ) dan ekstensif (wilayah dan pelaku ). Bahkan berbeda dengan dua konflik sebelumnya yang umumnya menggunakan batu dan senjata tajam, sejak konflik ketiga pada Mei 2000 mereka telah mempergunakan senjata api, yang terus berlanjut hingga konflik keempat dan kelima, serta beberapa kekerasan sporadis ”pascakonflik”.
Konflik Poso telah memakan korban ribuan jiwa serta meninggalkan trauma psikologis yang sulit diukur tersebut, ternyata hanya disulut dari persoalan-persoalan sepele berupa perkelahian antarpemuda. Solidaritas kelompok memang muncul dalam kerusuhan itu, namun konteksnya masih murni seputar dunia remaja, yakni: isu miras, isu tempat maksiat. Namun justru persoalan sepele ini yang akhirnya dieksploitasi oleh petualang politik melalui instrumen isu pendatang vs penduduk asli dengan dijejali oleh sejumlah komoditi konflik berupa kesenjangan sosio-kultural, ekonomi, dan jabatan-jabatan politik. Bahkan konflik diradikalisasi dengan bungkus ideologis keagamaan, sehingga konflik Poso yang semula hanya berupa tawuran berubah menjadi perang saudara antar komponen bangsa.
Akar penyebab konflik Poso sangat kompleks. Ada persoalan yang bersifat kekinian, namun ada pula yang akarnya menyambung ke problema yang bersifat historis. Dalam politik keagamaan misalnya, problemanya bisa dirunut sejak era kolonial Belanda yang dalam konteks Poso memfasilitasi penyebaran Kristen dalam bentuk dukungan finansial. Keberpihakan pemerintah kolonial itu sebenarnya bukan dilandaskan pada semangat keagamaan, tetapi lebih pada kepentingan politik, terutama karena aksi pembangkangan pribumi umunya memang dimobilisir Islam.
Politik agama peninggalan kolonial ini akhirnya telah membangun dua image utama dalam dalam konstelasi politik Poso, yakni : Poso identik dengan komunitas Kristen, dan birokrasi di Poso secara historis didominasi umat Kristen. Namun, di era kemerdekaan fakta keagamaan itu terjadi proses pemabalikan. Jika tahun 1938 jumlah umat Kristen Poso mencapai angka 41,7 persen, lama-lama tinggal 30-an persen. [4] Data tahun 1997 bahwa Muslim Poso mencapai angka 62,33 persen, sedangkan Kristen Protestan 34,78 persen dan Katolik hanya 0,51 persen, ditambah sisanya Budha dan Hindu. [5]
Proses pembalikan ini bukan akibat pemurtadan, melainkan akibat migrasi kewilayahan, sehingga komposisi penduduk mengalami pergeseran. Dalam konteks Poso, konstelasi sosio ekonomi dan politik kultural terpengaruh oleh realitas perubahan komposisi komunitas ini, terutama beruapa proses pemiskinan di kalangan penduduk asli. Proses pemiskinan ini terjadi baik karena kultur kemiskinan maupun akibat kekeliruan kebijakan (kemiskinan structural), seperti lunturnya ketaatan pada tanah ulayat. Pembangunan jalan-Sulawesi dari Palopo ke Palu lewat Tentena dan Poso ikut membawa implikasi bagi kian cepatnya proses migrasi pendatang muslim yang masuk ke wilayah basis Kristen.
Pendatang Bugis yang memiliki kultur dagang kuat dengan cepat menguasai jaringan perdagangan. Bugis dinilai punya loyalitas keIslaman kuat, hamper selalu membangun tempat ibadah di setiap komunitas mereka tinggal. Realitas ini tidak saja menandai terjadinya pergeseran komunitas etnis, tetapi sekaligus dalam komunitas keagamaan.

BAB III

PENUTUP

Sekian pembahasan keanekaragaman bangsa Indonesia dan potensi konflik yang telah saya buat dari mencari informasi . bila ada salah kata maupun yang kurang mohon maaf .
TERIMA KASIH

KESIMPULAN

Banyaknya keanekaragaman yang dimiliki oleh negara Indonesia seharusnya bukan lah menjadi salah satu penyebab timbulnya konflik melainkan terjadinya keharmonisan serta kedamaian dalam suatu kehidupan karena perbedaan yang ada itu dapat bisa saling melengkapi satu dengan yang lainnya 

DAFTAR PUSTAKA



Kamis, 28 Maret 2013

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 
"PASAL 29  ( AGAMA)"


BAB 1
PENDAHULUAN

UUD 1945 nerupakan dasar Negara yang diharapkan menjamin perjalanan kehidupan bangsa beserta warganya, tentunya dalam suatu sistem ketata-negaraan mutlak hukumnya adanya suatu perundang-undangan atau peraturan yang mana fungsi utama dari kesemuanya itu adalah guna mengatur dan mengendalikan arah suatu sistem negara agar tidak melenceng dari jalurnya. tentunya dalam seluruh aspek kehidupan bernegara, berbangsa,beragama, dan bermasyarakat di satu tanah air yaitu indonesia. suatu negara yang demokrasi dan berlandaskan hukum ini tidak melarang adanya suatu kepercayaan yang di anut oleh warga negaranya sendiri, dan tentunya harus dilindungi dengan suatu perundang-undangan yang jelas, tegas yang mana menjamin keamanan dalam menjalankan kehidupan beragama dalam suatu negara yang bersifat non religius.dalam hal ini Negara khatulistiwa atau Indonesia ini memiliki suatu perundang-undangan yang mengatur urusan tentang kehidupan beragama yakni terdapat pada pasal 29 ayat 1 dan 2, pembahasan pada makalah ini adalah seputar menganalisa seberapa jauh relevansi antara ayat 1 dan 2 pada pasal 29 dalam sistem perundang-undang NKRI ini.


BAB 2
PEMBAHASAN

1. apa saja perundang-undangan yang mengatur kehidupan beragama yang terdapat dalam UUD 1945?
2. Bagaimanakah relevansi dari kedua ayat tersebut??
3. Pembahasan
AGAMA dalam UUD 1945.
Pasal 29
(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiaptiap
penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing
dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu
dari bunyi pasal 29 ayat 1 telah di jelaskan bahwa ideologi awal dasar negara indonesia ini adalah Ketuhanan yang Maha Esa, akan tetapi ayat ini menjadi berkontraski ketika bunyi pasal 29 ayat 2 amat bertentangan dengan ayat sebelumnya, keterkaitan antara ayat di pasal ini menjadi terputus dan subtansi dari masing- masing ayat menjadi kabur. Prinsip ketuhanan yang ditanamkan dalam UUD 1945 oleh the founding parents merupakan suatu perwujudan akan pengakuan keagamaan. Dalam perspektif Islam, hal ini memberikan pengakuan terhadap eksistensi Agama Islam Sebagai agama resmi dan Hukum Islam sebagai hukum yang berlaku di Indonesia.
sistem yang di anut Indonesia dalam perundang-undanganya merupakan Mix Law systemmengapa indonesia menganut sistem tersebut dan pada pasal 29 ayat 1 dan 2 bertentangan,? karena pada dasarnya sistem yuridis konstitusional indonesia terbuka lebar terhadap penerapan syariat islam dan hal yang berkaitan pada pasal 29 ayat 2 merupakan bentuk implementasi dari suatu sistem negara yang demokratis yang mana setiap warga negara bebas menentukan jalurnya dalam beragama.
Membahas mengenai kehidupan beragama dalam perspektif konstitusi dapat dijelaskan bahwa setiap warga negara wajib untuk memeluk dan menjalankan agama, termasuk Agama Islam. Hal ini menjadi suatu konsekuensi bagi pemeluk agama yang bersangkutan wajib menjalankan syariat agama. Apabila seseorang beragama Islam atau menyatakan diri beragama Islam, maka dia harus tunduk pada aturan Islam, bukan justru dia hanya mengaku beragama Islam tanpa melaksanakan kewajibannya sebagai umat Islam dengan sungguh-sungguh. Pengertian hak beragama hanya mengenai hak untuk menjalankan salah satu agama yang berlaku di Indonesia. Sehingga dalam tataran implementasi mengenai kehidupan beragama perlu adanya aktualisasi mengenai nilai-nilai kebebasan yang ada[19] untuk memberikan pencerahan makna yang terkandung di dalam UUD 1945.
Penekanan kewajiban untuk menjalankan agama yang diyakini dbuktikan dengan menjalankan rukun- rukun dari setiap aturan agama yang berlaku di Indonesia Sehingga apabila prinsip beragama dalam perspektif konstitusi diartikan secara seimbang antara hak dan kewajiban, maka akan mudah bisa mewujudkan ketertiban hukum, kehidupan yang saling toleransi, dan ketentraman.


BAB 3

PENUTUP
- sekian pembahasan pasal 29 tentang agama , mohon maaf bila ada salah kata dan terima kasih telah berkunjung ke blog saya 

KESIMPULAN
-pada negara kita indonesia ayat 29 sangat diperlukan yaitu tentang agama karna sebagian besar kita adalah kesatuan . banyak agama yg berbeda dalam 1 negara dan bebas dalam menjalankan/memilih agamanya . dan harus menaati setiap agama yang di anut

DAFTAR PUSTAKA
-http://allaboutkwn.blogspot.com/2010/03/hak-dan-kewajiban-warga-negara-menurut.html
-http://pujisejati.blogspot.com/2011/02/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html